| How is Busy is too Busy |
|
| Written by Mizuho | |
| Monday, 09 August 2004 | |
|
Budaya Jepang selalu mengatakan "ooo aku sedang sibuk" bila ditanya bagaimana keadaannya. Walaupun terkadang orang itu sedang tidak melakukan apa apa. Di dalam masyarakat dan budaya di Jepang, boleh dibilang taboo kalo seseorang mengatakan, "saya sedang santai dan tidak ada kerjaan". Budaya ini akhirnya sangat mempengaruhi bahkan sampe ke orang orang Kristen di Jepang. Budaya Jepang selalu mengatakan "ooo aku sedang sibuk" bila ditanya bagaimana keadaannya. Walaupun terkadang orang itu sedang tidak melakukan apa apa. Di dalam masyarakat dan budaya di Jepang, boleh dibilang taboo kalo seseorang mengatakan, "saya sedang santai dan tidak ada kerjaan". Budaya ini akhirnya sangat mempengaruhi bahkan sampe ke orang orang Kristen di Jepang.
Seperti halnya teman Jepang kita, kita seringkali membuat jargon "sibuk" untuk kita sendiri. Jargon "Sibuk" itu sendiri seringkali kita pakai untuk melindungi kita dari bermacam hal, misalnya pelayanan. Dengan kita mengatakan kalo kita sibuk dalam Pelayanan dengan begitu kita bisa menyembunyikan diri kita dari relationship kita sebenernya ama Tuhan. sering kali yang terjadi, kalo kita sibuk pelayanan, berarti kita sedang deket dengan Tuhan. tapi yang terjadi justru sebaliknya, hubungan kita dengan Tuhan mungkin lagi berantakan, tapi kita tidak mau orang lain tahu, dan menciptakan fenomena "sibuk dalam pelayanan". Kesibukan juga bisa membuat kita, lupa akan daratan, acuh tak acuh dengan keadaan sekitar, dan berpengaruh buruk untuk sebuah fellowship. Pernah ada orang yang berkata, "ahh saya tak mau jadi seorang Christian". Waktu ditanya, orang itu menjawab, "sebenernya bukannya ajaran Kristiani yang saya tidak setuju, tapi saya melihat anda yang seorang Kristen begitu sibuk dengan banyak hal hingga tak ada waktu buat bernafas". Seringkali, kesibukan yang kita lebih lebihkan itu dapet membuat seseorang "scare to death", dan menjadi batu sandungan bagi teman teman kita diluar fellowship. Firman Allah mengatakan : "Be very careful, then, how you live, not as unwise but as a wise, making the most of every opportunity, because the days are evil. Therefore do not be foolish, but understand what the Lord\'s will is" (Ephesians 5:15-17) Dilihat sekilas, ayat ini mengajak kita untuk mempercepat gerakan kita, tapi coba kita perhatikan lebih seksama 1. Be very careful, then, how you live Pertama, rasul Paulus mengatakan, agar kita berhati hati dan waspada dalam hidup. Kewaspadaan membutuhkan pikiran. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengetahui Kehendak Allah dan menjadi seperti yang Tuhan mau didalam hidup teman. Kedua, hendaklah kita hidup berhikmat, seperti raja Salomon tulis dalam bukunya. Hikmat tidak didapat dalam sehari, tapi kita dapat dari Firman Tuhan dan juga pengalaman kita sehari hari. Ketiga, Kita harus tau apa kehendak Allah, sehinga kita bisa menggunakan segala kesempatan yang ada untuk kemuliaan Tuhan. Kita juga harus mengembalikan waktu kita yang terpakai sia sia, dan menggunakannya kembali untuk kita belajar hal yang kita minati, dan juga untuk melayani Tuhan. Sekali lagi, membaca Firman Tuhan dan mengenali kebenaranNya sangat penting untuk kita dalam menjalani hidup kita. Bila teman teman merasa terlalu sibuk saat ini, coba mulai mengambil nafas sejenak dan coba lihat kondisi hatimu, kondisi hubunganmu dengan teman teman yang lain, dan kondisi hubunganmu dengan Tuhan. Siapkan diri kalian available buat teman teman kalian, jangan sampe kita menutup diri sehingga tak bisa dicapai oleh orang orang lain. "Be very careful, then, how you live".Budaya Jepang selalu mengatakan "ooo aku sedang sibuk" bila ditanya bagaimana keadaannya. Walaupun terkadang orang itu sedang tidak melakukan apa apa. Di dalam masyarakat dan budaya di Jepang, boleh dibilang taboo kalo seseorang mengatakan, "saya sedang santai dan tidak ada kerjaan". Budaya ini akhirnya sangat mempengaruhi bahkan sampe ke orang orang Kristen di Jepang. Seperti halnya teman Jepang kita, kita seringkali membuat jargon "sibuk" untuk kita sendiri. Jargon "Sibuk" itu sendiri seringkali kita pakai untuk melindungi kita dari bermacam hal, misalnya pelayanan. Dengan kita mengatakan kalo kita sibuk dalam Pelayanan dengan begitu kita bisa menyembunyikan diri kita dari relationship kita sebenernya ama Tuhan. sering kali yang terjadi, kalo kita sibuk pelayanan, berarti kita sedang deket dengan Tuhan. tapi yang terjadi justru sebaliknya, hubungan kita dengan Tuhan mungkin lagi berantakan, tapi kita tidak mau orang lain tahu, dan menciptakan fenomena "sibuk dalam pelayanan". Kesibukan juga bisa membuat kita, lupa akan daratan, acuh tak acuh dengan keadaan sekitar, dan berpengaruh buruk untuk sebuah fellowship. Pernah ada orang yang berkata, "ahh saya tak mau jadi seorang Christian". Waktu ditanya, orang itu menjawab, "sebenernya bukannya ajaran Kristiani yang saya tidak setuju, tapi saya melihat anda yang seorang Kristen begitu sibuk dengan banyak hal hingga tak ada waktu buat bernafas". Seringkali, kesibukan yang kita lebih lebihkan itu dapet membuat seseorang "scare to death", dan menjadi batu sandungan bagi teman teman kita diluar fellowship. Firman Allah mengatakan : "Be very careful, then, how you live, not as unwise but as a wise, making the most of every opportunity, because the days are evil. Therefore do not be foolish, but understand what the Lord\'s will is" (Ephesians 5:15-17) Dilihat sekilas, ayat ini mengajak kita untuk mempercepat gerakan kita, tapi coba kita perhatikan lebih seksama 1. Be very careful, then, how you live Pertama, rasul Paulus mengatakan, agar kita berhati hati dan waspada dalam hidup. Kewaspadaan membutuhkan pikiran. Dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengetahui Kehendak Allah dan menjadi seperti yang Tuhan mau didalam hidup teman. Kedua, hendaklah kita hidup berhikmat, seperti raja Salomon tulis dalam bukunya. Hikmat tidak didapat dalam sehari, tapi kita dapat dari Firman Tuhan dan juga pengalaman kita sehari hari. Ketiga, Kita harus tau apa kehendak Allah, sehinga kita bisa menggunakan segala kesempatan yang ada untuk kemuliaan Tuhan. Kita juga harus mengembalikan waktu kita yang terpakai sia sia, dan menggunakannya kembali untuk kita belajar hal yang kita minati, dan juga untuk melayani Tuhan. Sekali lagi, membaca Firman Tuhan dan mengenali kebenaranNya sangat penting untuk kita dalam menjalani hidup kita. Bila teman teman merasa terlalu sibuk saat ini, coba mulai mengambil nafas sejenak dan coba lihat kondisi hatimu, kondisi hubunganmu dengan teman teman yang lain, dan kondisi hubunganmu dengan Tuhan. Siapkan diri kalian available buat teman teman kalian, jangan sampe kita menutup diri sehingga tak bisa dicapai oleh orang orang lain. "Be very careful, then, how you live". |
| < Prev | Next > |
|---|

